Archive for the ‘puisi’ Category

If children live with criticism, they learn to condemn.
If children live with hostility, they learn to fight.
If children live with fear, they learn to be apprehensive.
If children live with pity, they learn to feel sorry for themselves.
If children live with ridicule, they learn to feel shy.
If children live with jealousy, they learn to feel envy.
If children live with shame, they learn to feel guilty.
If children live with encouragement, they learn confidence.
If children live with tolerance, they learn patience.
If children live with praise, they learn appreciation.
If children live with acceptance, they learn to love.
If children live with approval, they learn to like themselves.
If children live with recognition, they learn it is good to have a goal.
If children live with sharing, they learn generosity.
If children live with honesty, they learn truthfulness.
If children live with fairness, they learn justice.
If children live with kindness and consideration, they learn respect.
If children live with security, they learn to have faith in themselves and in those about them.
If children live with friendliness, they learn the world is a nice place in which to live.

Jika kanak-kanak hidup dengan kritikan, mereka akan belajar mengutuk.
Jika kanak-kanak hidup dengan permusuhan, mereka akan belajar bertumbuk.
Jika kanak-kanak hidup dengan cemuhan, mereka akan belajar menjadi pemalu.
Jika kanak-kanak hidup dengan keaiban, mereka akan belajar mengaku bersalah.
Jika kanak-kanak hidup dengan toleransi, mereka akan belajar menjadi penyabar.
Jika kanak-kanak hidup dengan dorongan, mereka akan belajar menjadi yakin.
Jika kanak-kanak hidup dengan sanjungan, mereka akan belajar menghargai.
Jika kanak-kanak hidup dengan saksama, mereka akan belajar menjadi adil.
Jika kanak-kanak hidup dengan kesejahteraan, mereka akan belajar menjadi setia.
Jika kanak-kanak hidup dengan kebenaran, mereka akan belakar menghargai diri mereka.
Jila kanak-kanak hidup dengan persamaan dan persahabatan, mereka akan belajar menemui kasih sayang di dunia.

Dorothy Law Nolte, Ph.D. 1972

p/s: terjemahan diambil dari sumber bercetak adalah tidak lengkap maka sila translate sendiri.

saye: sumber asli lebih umphh

Related posts:

Jemput singgah http://karya.widura.org/.

Menyimpan sebahagian koleksi tulisan aku yang dah berzaman dan tak seberapa.

saye: dedikasi untuk diri sendiri… huhew

Related posts:

Dah berzaman abg asben terpekik2 nyanyi lagu2 Ebiet G Ade… since mula kawin, baru skangĀ aku duk tergedik2 nak mengenali karyawan ini. Time kaceh to abg asben, walaupun abg asben suke layan blues dan drama melayu, kadang2 ada banyak hasil karya yang indah untuk dinikmati.

Perjalanan ini terasa sangat menyedihkan
Sayang, engkau tak duduk di sampingku kawan
Banyak cerita yang mestinya kau saksikan
Di tanah kering berbatuan

Tubuh ku terguncang di hempas batu jalanan
Hati tergetar menampak kering rerumputan
Perjalan ini pun seperti jadi saksi
Gembala kecil menangis sedih

Kawan coba dengar apa jawabnya
Ketika ia ku tanya “Mengapa?”
Bapak ibunya telah lama mati
Ditelan bencana tanah ini

Sesampainya di laut ku khabarkan semuanya
Kepada karang, kepada ombak, kepada matahari
Tetapi semua diam, tetapi semua bisu
Tinggal aku sendiri terpaku menatap langit

Barangkali di sana ada jawabnya
Mengapa di tanahku terjadi bencana

Mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita
Yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa
Atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita
Coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang

saya: kupu-kupu kertas yang lakiku dok terpekik2 tu ebiet juge rupanya… haih patetiknya saye

Related posts:

Adv
About Me

the name is widura.

seorang anak, isteri, ibu, pendidik, pelajar.

suke pada kesederhanaan, bukan kesempurnaan.

Facebook

Widura Abd Kadir

Archives
Categories
Recent Comments